Indonesia,  Travel

Ereveld, Pemakaman Cantik yang Jauh dari Kesan Angker

Menyaksikan adegan pemakaman di beberapa film nasional, di mana pemakamannya begitu bersih, posisi nisan yang rapi dan sejajar serta jauh dari kesan angker membuat saya bertanya-tanya di mana lokasi pengambilan gambarnya. Kondisi tempat pemakaman umum di Jakarta yang sangat semrawut tentu saja bukan menjadi jawabnya, tapi shooting pemakaman yang hanya menjadi penghias film pasti tak mungkin dilakukan di luar negeri, kemahalan boo budget-nya. Akhirnya saya menemukan jawabannya, ternyata pemakaman cantik itu tak jauh. Pemakaman bernama Ereveld ini milik Belanda dan dikelola langsung oleh pemerintah Belanda.

Ereveld adalah pemakaman Belanda untuk warga militer dan sipil belanda dan beberapa orang Indonesia yang tewas dalam perang dunia kedua, terutama saat serangan Belanda oleh Jepang dan selama pendudukan Jepang di Indonesia. Makam ini diperuntukkan bagi mereka yang gugur dalam pertempuran ataupun karena dieksekusi Jepang.

Terdapat tujuh Ereveld yang tersebar di pulau Jawa. Ada dua di Jakarta, dua di Bandung, dua di Semarang serta satu di Surabaya. Setiap ereveld punya ciri yang berbeda yang ditandai dengan tugu ataupun monumen di dalamnya. Ini pengalaman saya mengunjungi tiga Ereveld di Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Baca juga: Sembilan Wahan Baru Dufan

Ereveld Ancol Makam di Pinggir Pantai

Ereveld Ancol adalah kompleks pemakaman yang terletak di dalam kawasan pantai Ancol, Posisinya dekat bende raksasa dan Mall Ancol Beach City. Dulu kawasan ini nampak menyeramkan, namun kini kawasan pemakaman ini terlihat begitu cantik dan juga terbuka bagi siapa saja yang hendak mengunjunginya. Hamparan pasir putih dan jembatan besar terletak di sisi gerbang Ereveld.

Saya yang tiba lebih dulu di depan gerbang Ereveld langsung mencoba masuk sambil menunggu kedatangan Derus, Caca dan Titi. Pemakaman Nampak lengang, sayup-sayup terdengar lagu-lagu nostalgia dari pengeras suara. Tentu saya yang penakut ini mulai merasa gelisah dan melangkah ragu untuk makin masuk. Tiba-tiba saya merasa pundak saya ditepuk seseorang.

Duh Gusti, rasanya lutut saya langsung lemas, mau berteriak pun tak ada tenaga. Saya menengok ke arah pundak kanan sambal komat kamit baca doa. Sosok laki-laki yang menepuk pundak saya berpakaian coklat-coklat dan memakai topi rimba warna coklat pula persis seperti seragam serdadu kompeni. Untung saja si bapak menyapa saya, kalau tidak bisa pingsan deh. Bapak tersebut adalah petugas pemelihara Ereveld yang bertanya tujuan saya ke sana. Tak lama kemudian Derus, Titi dan Caca pun tiba.

deretan makam Ereveld Ancol

Rombongan kami disambut baik oleh Pak Sony selaku penanggung jawab ereveld Ancol. Pak Sony sangat ramah, dia bahkan sedari kecil sudah tinggal di dalam kompleks Ereveld, ia terbiasa main-main di makam Belanda tersebut.

Ereveld Ancol memiliki bangunan khas berupa monumen juga sebuah pohon yang dahulunya digunakan untuk eksekusi. Ada beberapa nisan di sini yang bertuliskan “Onbekend” rupanya makam-makam dengan tanda tersebut adalah makam korban-korban yang masih belum dikenali indentitasnya.

monumen di Ereveld Ancol
pohon di Ereveld Ancol

Ereveld Pandu, Makam di Dekat Bandara

Gerbang Ereveld Pandu Bandung

Siang itu matahari di kota kembang bersinar begitu terik. Kami bertuju akan mengunjungi Ereveld Pandu, Bandung. Terletak di pusat kota, tak jauh dari jalan layang Pasteur. Dulu setiap lewat daerah ini saya mengira ini hanyalah kawasan makam Tionghoa, tapi ternyata di dalamnya terdapat Ereveld.

Ereveld Pandu berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk dan dipagari tembok besar. Ayah dari pak Sony ternyata bekerja sebagai penanggung jawab Ereveld Pandu, karena itu Pak Sony bisa bertugas dengan baik di Ereveld Ancol. persis pepatah buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Sesekali pesawat terbang melintas di udara, menghias langit Bandung yang  biru cerah. Deretan nisan putih terletak rapi di atas hijaunya rerumputan. Di Ereveld Pandu ini terdapat dua patung tentara yang terbuat dari logam. Tentu saja kami tak lupa berfoto di sana.

Ereveld Kembang Kuning, Satu-satunya di Surabaya

Gerbang Ereveld Kembang Kuning Surabaya

Akhirnya saya berkunjung juga ke kota Pahlawan. Ereveld Kembang Kuning pun saya masukkan menjadi salah satu itinerary city tour Surabaya. Seperti biasa, kota pahlawan ini luar biasa panas. Dengan tratnsportasi online kami memasuki kawasan Kembang Kuning. Kembang Kuning adalah area pemakaman luas yang sebagian besar merupakan komplek pemakaman Tionghoa. Ereveld Kembang Kuning berada di tengah pemakaman Tionghoa tersebut.

Berbeda dengan dua Ereveld lain yang telah saya kunjungi, Ereveld Kembang Kuning didominasi dengan makam militer angkatan laut Belanda yang bertempur dengan prajurit Indonesia. Nisan-nisan di Ereveld Kembang Kuning berbentuk sesuai agama yang dianut. Terdapat patung batu berbentuk peti mati, yang di bagian belakangnya ada sebuah kolam. Baru kali ini saya melihat ada kolam di dalam Ereveld. Di sini kami tak berkeliling lama karena memang tak punya banyak waktu.

Saya masih hutang mengunjungi Ereveld Menteng Pulo, Ereveld Leuwi Gajah dan dua Ereveld lainnya di Semarang. Semoga bisa bertandang ke sana dalam waktu dekat.

27 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *