Daily Life

Air Force Run #KulariKeHalim

Tinggal di kawasan elit yang punya bandara sendiri serta dijaga oleh tentara TNI Angkatan Udara seperti Halim Perdana Kusuma membuat saya senang. Meski tinggal di Halim, kadang tidak semua informasi acara saya ketahui. Agenda tahunan marathon Air Force Run tahun 2018 ini saya ketahui jauh-jah hari dan tak mau ketinggalan.

Jubilee Squad on Air Force Run

Baca juga: Ulang Tahun TNI AU yang Meriah

Grup Marathon Manja

Akhir-akhir ini olahraga lari sedang begitu hits. Aneka acara marathon pun digelar di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya dan peminatnya pun bejibun. Banyak acara marathon yang gratis, ada pula yang berbayar. Ada yang berniat untuk lomba lari, ketahanan fisik serta ada pula yang hanya olahraga iseng dan mengoleksi jersey marathon. Ya deskripsi terakhir adalah saya dan teman-teman. Bahkan kami membentuk grup bernama marathon manja.

Grup marathon manja kali ini mendaftar Air Force Run dan mulai latihan fisik ringan sampai hari penyelenggaraan

Air Force Run Halim 22 Desember 2018

Jam enam pagi para peserta diminta berkumpul di tempat pelaksanaan. Merasa rumah cuma berjarak sejengkal dari lapangan udara, saya santai-santai saja. Ternyata peserta Air Force Run ini membludak, Halim sangat macet pagi itu.

Bergaya dulu sebelum lari

Saat saya tiba, pembukaan akan segera dimulai. Beruntung masih sempat foto-foto dulu sebelum acara resmi dibuka. Secara resmi Air Force Run dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya adalah atraksi heboh dari TNI AU yang melakukan rapeling dari gedung tinggi sambal membawa colorful smoke effect selanjutnya mereka naik ke motor trail dengan kencang.

Akhirnya tiba juga saatnya kami berlari, peserta marathon 10K berbaris di depan. Barisan dua ini runner manja seperti kami, eh ada juga sih yang serius lari 5 KM. Start yang agak telat untuk kami.

di garis start

Water Station dan Pemandangan Pesawat Tempur di Garis Finish

Seperti biasa gaya saya kalau ikutan marathon kan lebih banyak jalan ketimbang lari. Setelah kilometer kedua terlewati, rasa haus mulai menyerang. Bagai melihat oase di padang pasir begitulah kira-kira perasaan saya saat melihat water station. Dua gelas air dingin saya habiskan dan lari pun dilanjutkan.

Dengan kecepatan ala macet di jalan Sudirman perlahan pemandangan pesawat tempur sudah terlihat, pertanda saya akan segera tiba di garis finish. Panitia pun masih menyediakan satu lagi water station menjelang finish tapi saya tak mengambil air lagi.

Bersama Miss Nana dan Elfrida, saya melenggang masuk garis finish. Sebagai finisher kami digiring untuk mendapat paket sarapan berupa pisang dan susu juga medali Air Force Run. Kami pun berfoto-foto di area finish sebelum bergabung dengan teman-teman yang sudah lebih dulu sampai.

finally Finisher

Bergaya Sebelum Pulang

Hari masih pagi, baru pukul delapan lebih. Sambil beristirahat meluruskan kaki, kami pun bergaya dengan pesawat TNI AU sebagai backgroundnya. Memang hanya Air Force Run yang punya keistimewaan ini dibanding acara marathon lainnya.

punya medali hehhehe

Setelah mati gaya karena kebanyakan berpose, rombongan kami pun pulang. Sempat mampir untuk sarapan di kawasan kuliner Halim Perdana Kusuma untuk sekedar mengganjal perut dan akhirnya saya pun pulang.

Setelah mati gaya karena kebanyakan berpose, rombongan kami pun pulang. Sempat mampir untuk sarapan di kawasan kuliner Halim Perdana Kusuma untuk sekedar mengganjal perut dan akhirnya saya pun pulang. Saya tak lanjut main kemana-mana karena esok mau nge-trip ke Anyer dengan beberapa teman.

foto kaya orang-orang habis marathon

Another Marathon Story

Sebelum ikut Air Force Run saya pernah ikut LPS Fun Run di GBK. Pertama kali marathon manja bareng temen-temen dekat. LPS Fun Run itu gratis dan kita dapat goodies yang berisi baju, botol minum, tas serut dan botol minum. Lumayan banget kan. Karena dulu saya yang mengambil racepack saya sengaja mengambil nomor peserta sesuai tahun kelahiran.

LPS Fun Run
di jembatan Semanggi

Baca juga:LPS Fun Run, My First Marathon

Setelah Air Force Run pun saya masih ikut Matahari Family Run yang dimulai dari Plaza Semanggi. Cuaca pagi kawasan Semanggi-Senayan ternyata sangat sejuk. Masih dengan gaya lari santai dan manja bahkan sempat berfoto dengan jembatan penyebrangan Senayan yang sedang hits itu menjadikan saya nyaris sebagai finisher terakhir. Setelah berhasil jadi finisher, kami pun berfoto di sekitar Mall Semanggi dan lanjut sarapan sebelum semua kembali ke rumah masing-masing.

walau lari selfie jalan terus
with our medals

Practice Makes Perfect

Karena masih niat untuk ikut marathon lagi maka saya harus berlatih untuk memperbaiki pace saya. Itu bukan sih istilahnya? yang begini koq mau ikut klub lari hahhaa. Ya intinya kecepatan harus stabil, dan atur nafas dengan baik. Makanya begitu Mario dan Nopri mengajak saya lari manja di GBK saya langsung mengiyakan. kebetulan juga Miss Sabina baru saja memberi saya running pants lumayan gratisaan boo.

Pertama kalinya saya lari di GBK malam hari, ternyata seru juga. Cuaca yang jauh dari panas, sekumpulan komunitas olahraga yang ikut lari bareng nampak kece dengan outfit masing-masing. Ya enggak bakal nolak kalau diajak olahraga di sini lagi. Mensana in corporesano di dalam tubuh yang sehat terdapat “mata yang lebih sehat” hhahhaaa.

pemanasan yang bikin ketawa

Kalau sebelumnya saya menyebut lari manja kini ada tambahan lari kocak. Lucu banget rasanya lari bareng para komika. Dari pemanasan saja sudah lucu banget, bahkan sambal lari pun masih bisa bercanda. Kayanya olahraga malam itu lebih banyak ketawanya daripada lari.

GBK night run

Epilog

Sungguh saya tak pernah menyangka bahwa di balik kenekatan dan “maksa” saya ikutan Air Force Run ternyata ada rencana Tuhan yang menyelamatkan kami berenam dari sebuah bencana. Nantikan kisah selanjutnya ya.

8 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *