Daily Life

Selamat Ulang Tahun Kubbu BPJ

Tidak ada hari yang istimewa, seistimewa hari ulang tahun

CP-nya narsis dulu yaak

Setiap Desember klub tercinta tempat saya belajar merayakan ulang tahunnya. Desember 2018 lalu Klub Blogger dan Buku Backpacker Jakarta merayakan ulang tahunnya yang ketiga.  Crap! saya dan Titi ditunjuk sebagai CP acara ulang tahun Kubbu yang ketiga.

Sebagai bagian dari Organisasi Backpacker Jakarta, beberapa istilah di Kubbu pun menyesuaikan dengan istilah BPJ. CP alias contact person adalah istilah yang digunakan di BPJ untuk menjelaskan ketua pelaksana acara atau trip.

Persiapan Acara Ulang Tahun

Setelah banyak pertimbangan dan masukan, akhirnya tema ulang tahun KUBBU terpilih adala 90’s Night Memory. Kemudian Saya dan Titi mulai membuat timeline kerja untuk acara ulang tahun. Acara harus seru dan asyik karena di sinilah nama besar (sebesar orangnya hahahha) kami dipertaruhkan.

Agar nuansa 90-an semakin terasa, peserta pun dibagi menjadi beberapa kelompok yang diberi nama sinetron yang hits di tahun 90-an seperti Janjiku, Si Manis Jembatan Ancol, Tersanjung, Tersayang, Keluarga Cemara dan Noktah Merah Perkawinan. Setiap kelompok diharuskan menyiapkan penampilan untuk acara puncak di malam hari.

Seperti biasa dalam persiapan acara tentu banyak drama yang harus kami lewati hingga akkhirnya malam sebelum hari H, para panitia pun menginap bersama di lokasi acara. Malam itu kami menyiapkan properti dan aneka hadiah untuk acara esok.

Hari H Ulang Tahun

Pagi hari setelah sarapan, kami menghias aula dengan backdrop memasang pita, balon dan aneka hiasan lainnya. Sementara itu para peserta sudah berdatangan dan tiba di tempat.

Sambil menunggu aula siap, peserta dibebaskan berfoto untuk lomba IG hingga waktu makan siang. Pukul dua sore acara dimulai dengan games ice breaking. Semua peserta dibuat tertawa terbahak-bahak karena game yang dipimpin oleh Bang Eka. Dari game mencari teman seusia sampai saling berkumpul berdasarkan wilayah. Seru banget.

game “cari teman seumuran”

Selesai acara ice breaking acara selanjutnya adalah game berpacu dalam melodi yang pernah tenar di era 90-an.  Saya, Payjoo dan Mba Dewi  turun mengikuti lomba mewakili kelompok Janjiku. Tiga kelompok bertanding di ronde pertama. Kelompok saya pun maju ke babak final.

Setelah dua ronde berlalu, masuklah tiga kelompok ke babak final yaitu kelompok Janjiku, Noktah Merah Perkawinan dan Keluarga Cemara. Karena babak final maka skor pun digandakan namun jika salah menjawab maka skor pun akan dikurangi. Ketiga kelompok finalis pun bersaing ketat hingga di pertanyaan terakhir kelompok Janjiku head to head dengan Keluarga Cemara. Meski sempat memimpin perolehan skor, namun pada akhirnya kelompok Janjiku dikalahkan Keluarga Cemara hanya karena lagu Sinden Panggung. Ahhh kesal.

putaran final Berpacu dalam Melodi

Acara Puncak Perayaan Ulang Tahun Kubbu

Seperti yang sudah diinfokan sebelumnya bahwa tiap kelompok harus menampilkan performance, namun kelompok Janjiku belum menyiapkan apapun. Sehabis maghrib, kami berlima janjian latihan di halaman depan aula. Tak sempat memikirikan penampilan lainnya, kami hanya melakukan lypsinc original soundtrack sinetron Janjiku. Setiap orang mendapat lirik masing-masing. Lucu saja melihat Wildan dan Payjoo mau berdrama ria dan pasrah dengan koreografi yang dadakan kami buat.

Tepat jam tujuh, peserta diminta berada di luar pintu aula lengkap dengan kado seolah-olah datang ke ulang tahun teman. Peserta hadir dengan kostum “ke ulang tahun teman” ala 90-an. CP dan dua admin Kubbu menyambut tamu-tamu yang datang ke ulang tahun sambil memberikan goodie bag.

tiada kesan tanpa kehadiranmu. Trims
ultah ala 90-an

And The Show Begin …

Acara dibuka dengan penampilan dari kelompok Janjiku, kemudian disusul dengan kelompok Tersayang dengan penggalan dramanya. Satu demi satu kelompok telah tampil hingga acara pun berlanjut dengan sebuah game remaja “lempar selendang”.

Kelompok Janjiku yang tak akan ingkar janji

Ternyata game ini adalah saling melempar selendang antara lelaki dan perempuan diiringi musik. Jika musik berhenti, orang yang memegang selendang akan dikenakan hukuman. Sialnya yang pertama kena hukuman malah saya dan Wildan, kami harus memperagakan cara Kotaro Minami berubah menjadi Ksatria Baja Hitam sampai kami ngakak-ngakak sendiri.

Kotaro Minami … Berubah!!

Tepat Tengah Malam

Sebuah kue cantik lengkap dengan lilin muncul di tengah-tengah kami setelah lampu dipadamkan. Serentak kami pun menyanyikan lagu Ulang Tahun dan meminta Derus sebagai founder memotong kue ulang tahun untuk kemudian dibagikan. Acara berubah menjadi lebih syahdu mengingat perjalanan saya selama setahun di Kubbu, telah banyak kemajuan yang saya rasakan. Pukul satu malam kami semua kembali ke kamar masing-masing.

udah foto manis tinggal serbu kuenya

Olahraga Pagi

Generasi 90-an tentu hapal benar dengan SKJ atau senam kesegaran jasmani yang begitu hits semasa sekolah dasar dahulu. Kami pun bersenam ria mengenang masa SD. Lucunya Dayu dan Deny yang ditunjuk sebagai instruktur senam malah tidak hapal gerakannya, hingga terpaksa saya dan Titi ikut turun menjadi instruktur dengan mengikuti gerakan dari youtube. Acara senam pun berakhir dengan makan nasi kuning di bawah pohon jambu. Sweet sekali.

CP-nya sampai nyeker demi ikut senam

Penutup

Horeee … selesai senamnya

Usai senam, peserta diminta rapi-rapi dan bersiap untuk sesi Jendela Jauhari bersama psikolog kesayangan Kubbu, teh Tuty. Jendela Jauhari membuat kita makin mengenal diri sendiri dan potensi maksimal kita.

Usai sesi Jendela Jauhari adalah sesi bagi-bagi hadiah dan dilanjutkan makan siang. Siang itu hujan turun dengan derasnya. Bahkan panitia saja harus berpayungkan spanduk backdrop dan menyejajarkan langkah agar kompak untuk menuju kamar masing-masing.

Hujan masih berlanjut hingga jam dua sore, beberapa peserta sudah berpamitan pulang karena lokasi yang dekat dengan stasiun Bogor sehingga memudahkan untuk datang dan pulang.

fans berat bakso Seuseupan

Hujan yang deras membuat kami lapar (dan memang sudah niat juga hehehhe) kami pun menuju bakso seuseupan dan makan sore di sana. Setelah makan kami pun pulang menuju rumah masing-masing.

7 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *